Wednesday, January 20, 2010

Movie Review: Changeling



Casts: Angelina Jolie, John Malkovich, Jeffrey Donovan
Director: Clint Eastwood

Los Angeles, 10 Maret 1928. Diceritakan seorang perempuan single mother, Christine Collins ( Angelina Jolie), tinggal sendiri bersama anak semata wayangnya yang berusia 9 tahun, Walter. Christine bekerja sebagai supervisor di perusahaan komunikasi. Samua baik-baik saja, ketika esoknya Christine membatalkan janjinya kepada Walter untuk mengajaknya jalan-jalan karena harus tugas lembur. Saat pulang ke rumah, betapa lemasnya Christine karena Walter hilang dari rumah. Christine pun melaporkan hilangnya Walter kepada LAPD.

Lima bulan kemudian, Kapten J.J. Jones (Jeffrey Donovan) dari bagian anak hilang Kepolisian Los Angeles menghubungi Christine dan mengabarkan bahwa departemennya berhasil menemukan Walter Collins. Dengan bahagia, Christine menjemput anaknya yang hilang di stasiun. Namun, alangkah terkejutnya ia, ketika anak yang dikatakan sebagai Walter Collins oleh polisi ternyata bukan Walter. Dalam keterkejutannya, Christine dipaksa Kapten Jones untuk mengakui anak tersebut di hadapan wartawan.

Christine kemudian berusaha membuktikan kepada polisi bahwa anak itu bukanlah anaknya yang hilang. Dengan kesaksian dari guru sekolah sampai dokter gigi Walter, dengan harapan bahwa polisi akan kembali melakukan pencarian terhadap Walter. Namun, polisi menilai Christine mengganggu dan malah menjebloskannya ke rumah sakit jiwa dengan tuduhan berdelusi dan tidak mengakui anak kandungnya.

Mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari LAPD, yang saat itu memang buruk reputasinya dan sangat tidak melindungi masyarakat, Christine sangat putus asa. Tapi untunglah dia mendapat bantuan dari Pendeta Gustav Briegleb (John Malkovich), tokoh masyarakat yang konsisten membongkar kebusukan polisi.




Sementara itu, jauh dari Los Angeles, sebuah ranch di perbatasan Kanada, Detektif Lester Ybarra (Michael Relly), menemukan fakta mencengangkan, tentang sebuah pembunuhan berantai keji yang dilakukan terhadap puluhan anak-anak, oleh si pemilik ranch, Gordon Northcott. Dan saksi pembunuhan tersebut, keponakan Gordon Northcott, menyatakan bahwa Walter Collins merupakan salah seorang korban penmbunuhan itu.

Bagaimana pejuangan Christine dalam mendapatkan kebenaran? This is such an emotional movie!!

My comments:

Saya bukan penggemar Angelina Jolie, juga bukan penggemar Clint Eastwood, walaupun saya tahu kapasitas Mr Eastwood sebagai actor dan juga sutradara handal yang kerap menjadi langganan nominasi Academy Awards. Setelah saya sewa, film ini lama saya simpan di computer saya sebelum sempat menonton.

Ceritanya berdasarkan kisah nyata, tentang perjuangan seorang ibu muda melawan kebobrokan hukum dan kepolisian, di tengah keputusasaan dan kesedihannya karena anak laki-lakinya hilang tak tahu di mana. Lewat Changeling, Angelina Jolie mendapat nominasi Best Actress dalam Academy Awards 2009. Memang pantas. Aktingnya bagus banget. Tapi selain acting Jolie yang te-o-pe, Changeling memang film drama yang bagus. Sangat menyentuh, so emotional. Alur ceritanya kuat, dan mengharukan.

Didukung oleh scoring yang bikin merinding, dan juga setting yang bagus. Yang bikin saya kagum, Hollywood selalu mampu menyajikan pemandangan dan suasana sesuai setting cerita. Di Changeling, tim artistiknya dengan sempurna menghadirkan Los Angeles tahun 1930-an, lengkap dengan trem dan juga fashionnya. Intinya, filmnya bagus dan saya rekomendasikan bagi anda yang belum menontonnya.

cheers,
-anna-

Monday, December 28, 2009

Menyesal

Suatu hari nanti,
akan tiba saatnya.

Kau akan menyesal,
telah melewatkanku...

Monday, December 21, 2009

Lain ladang lain belalang, lain daerah lain pula adatnya :)



Sudah sekitar lima bulan berlalu sejak kepindahan domisili saya di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (waktu cepat berlalu.. ^^) Selama itu pula, banyak perbedaan budaya, adat, kebiasaan yang saya alami. Teman-teman kos saya yang rata-rata masih mahasiswa semester awal selalu tertawa karena saat terlibat pembicaraan, sering ada selaan dari saya yang menanyakan arti kata yang sedang mereka bicarakan. "Wah, susah nih ngomong sama kakak," kata si Nike. "harus pakai ditranslate duluu.."
Hehee.. mau gimana lagi, mau lost in translation?? :P

Hari Minggu kemarin (20/12), saya datang ke resepsi anak bapak Darliansyah, pegawai divre Kalsel yang sekarang sudah jadi kabid Minku di divre NTT. Saya berangakat sekitar pukul 10.30 wita. Menjemput kawan saya, Lusy, yang ngajak barengan. Di rumah Lusy, saya minta amplop untuk uang sumbangan. Secara acara resepsinya di gedung, malu dong kalo nggak masukin amplop. :P Kemudian saya pinjam pulpen, mau menuliskan nama saya di amplop. Tapi Lusy kemudian tertawa. "Di sini nggak pakai ditulis mbak, amplopnya..."

"Ohh.. gitu yaaa... hehee, habis di Jawa kan biasanya begitu.." saya ikut tertawa.

"Beda mbak Anna," Mama Lusy ikut menimpali.

Sampai di gedung, saya mengajak untuk bersalaman dengan pengantinnya. Tapi lagi-lagi saya di protes oleh rombongan saya. "Makan dulu, baru salaman," kata kak Faridah.

"Heehh... biasanya salaman dulu, baru makan," jawab saya.

"Di sini lain. Makan dulu, baru salaman, terus langsung pulang.." lanjut Lusy.

"Yeeii... gitu yaa??" saya tertawa kecil.

Ya sudah. Kebiasaannya lain yaa.. Karena sedang berada di Banjar, dan bukan di Jawa, otomatiss.. ngikut aja deeh apa yang ada. Lain daerah, lain pula adatnya ya. Akhirnya saya pun mengikuti mereka mendekati meja, melihat makanan yang dihidangkan, dan akhirnya memilih sepiring sate ayam plus lontong sebagai menu pembuka.. :)

Wednesday, December 9, 2009

doa

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وِالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, terlilit hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain." (HR. Al-Bukhariy 7/158 dari Anas radhiyallahu 'anhu)

Tuesday, December 8, 2009

A Pleasure Like This


Saat hal yang sederhana menjadi sebuah kemewahan. Ketika sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi istimewa. Saya mendapatkannya di suatu hari Minggu yng cerah. Tak ada hal yang berarti yang dilakukan. Lebih banyak bermalas-malasan, menikmati makan siang yang nyaman, semangkuk sayur yang segar, sambil menonton sebuah film drama yang sedikit membosankan :P

Setelah perut merasa kenyang, matapun mulai terasa berat. Setelah sekian menit, saya jatuh tertidur. Dua setengah jam kemudian saya terbangun dengan perasaan yang segar dan senang. Tidur siang yang pulas menjadi hadiah di hari itu. :)


Ketika kita sudah terjebak dalam rutinitas, hal-hal kecil yang kita sukai, tidur siang, misalnya, otomatis tidak bisa lagi kita lakukan. Waktu dan kondisi tidak mengijinkan. Dan ketika kita bisa merasakannya kembali, kepuasan tak terkira akan kita dapatkan. :D

I love sleeping. I'm sleepy enough. Sleep is my main interest. Sleep is my plus point.
Acara tidur siang kini merupakan kesempatan yang langka. Kesempatan bagus sayang untuk dilewatkan, bukan? Dan saat kesempatan yang ada benar-benar dimanfaatkan...??? Hmmm... what a pleasure.... ^^

Thursday, December 3, 2009

Bukanlah Untukmu..

Saat cinta perlahan memudar

Waktu rasa hati mulai menghilang

dan jantung tak lagi berdegup kencang


Ketika harapan pelan redup bersinar

Kala angan berhenti berpendar

dan mimpi-mimpi tak lagi indah berkembang


Angan, harapan, dan mimpiku pun kini..

Tak lagi tertuju padamu

Bukanlah untukmu..

Monday, November 30, 2009

Kurang Hiburan??

Menyiasati sepinya suasana libur lebaran Haji di pulau rantau, pukul sepuluh pagi saya bersiap melaju menuju kota. Pingin jalan-jalan sendiri saja, seharian sampai sore. Sekitar pukul 10.30 wita, saya sampai ke Duta Mall, Banjarmasin. Cuaca siang itu panas menyengat. Tak sabar rasanya segera ngadem sambil sight seeing di dalam. Selesai memarkir motor, dengan sedikit heran saya memandang orang-orang lalu lalang di sekitar saya.. Oo..oo.. ternyata mallnya belum buka sodara-sodara!!

Mati gaya deeh hampir setengah jam nunggu pintu Duta Mall dibuka. Yaa.. secara saya perginya sorangan wae..hueheehee.. :P

Begitu pintu dibuka, wusss… para abege-abege buru-buru berlari memasuki area mall. Saya mengikuti arus pengunjung –yang memang sudah banyak- , menaiki escalator, menuju lantai dua, dan seterusnya ke lantai tiga, melangkahkan kaki menuju Studio 21. Saat ini lagi rame diputar (masih) 2012, dan yang terbaru ada New Moon. Di depan Studio 21, saya terkaget-kaget menjumpai antrean calon penonton sudah panjaaaanggg… Dibatasi oleh tali, ada 4 baris antrean. Setiap antrean ada sekitar 40-50 orang, jadi sudah ada sekitar 200 orang mengantre tiket bioskop tepat setelah pintu Studio dibuka. Jadi mirip antrian kontes idola. :D




Saya memutar melewati antrean dan melihat jadwal film hari itu. New Moon 2 teater, 2012 1 teater, dan 1 teater sisanya film Indonesia XXL. Dengan cuma adanya 1 bioskop saja di Banjarmasin (Kalsel tepatnya), otomatis romantis ke mana lagi publik akan menonton bioskop? Film terbaru? Walaupun weekend atau hari libur harga tiket mencapai Rp 35.000, but, who cares? Yang penting bisa nonton New Moon atau 2012 at the cinema!! Antusiasme calon penonton benar-benar tinggi. Rela antri lama demi film terbaru. Kurang hiburan sih di sini, kata teman saya yang orang Banjarmasin. Melihat itu semua, urung sudah keinginan melihat film, ntar sewa film di rental langganan saya aja. Original koq vcdnya. Nonton pun lebih santai. Filmnya juga baru-baru. Di bioskop Banjarmasin, filmnya kalau nggak barat yang rame (box office), ya film Indonesia aja. Lewat ngerental film, terpuaskan sudah keinginan menonton saya. Yaah.. kurang hiburan juga ceritanya. Hehehee.. :P

cheers,
-anna-