From This Moment On

Daisypath Anniversary tickers

Sunday, April 26, 2009

Book Review - Angels and Demons


Angels and Demons adalah prekuel dari novel kontroversial The Da Vinci Code, mengisahkan petualangan seru Robert Langdon sebelum ia memecahkan kode2 dalam lukisan Monalisa karya Da Vinci. Kali ini Langdon terlibat suatu petualangan menegangkan dalam menguak sebuah kejahatan besar yang terjadi di kota suci Vatikan, Roma.

Robert Langdon menerima sebuah telepon dari direktur CERN, Max Kohler, di Swiss untuk mengungkap misteri di balik terbunuhnya ilmuwan CERN, Leonardo Vetra. Pembunuhan itu ditengarai melibatkan Iluminati, sebuah persaudaraan kuno yang dikabarkan sudah punah. Si pembunuh juga mencuri tabung antimateri milik sang ilmuwan. Tabung antimateri itu akan meledak setelah 24 jam, dan akibatnya bisa sangat buruk. Hal itu kemudian membawa Langdon ke Vatikan untuk mencari tabung itu.

Dengan ditemani oleh Vittoria Vetra, si ilmuwan cantik putri Leonardo Vetra, Langdon memulai petualangannya menembus tempat2 dan lorong rahasia di gereja Vatikan, tempat tinggal Paus. Langdon dan Vittoria pun mengejar sang pembunuh yang kini sedang menyandera keempat kardinal yang menjadi calon paus. Dengan berjuang memecahkan kode dari Bernini, seorang ilmuwan di era Da Vinci yang ditengarai adalah anggota Iluminati, mereka mencari Gereja Pencerahan, markas Iluminati. Mencari tanda-tanda dari landmark kota Roma dan Vatikan, mencari petunjuk di antara ribuan gereja di Vatican City, dengan waktu yang sangat sempit.

Alur Ceritanya tidak beda jauh dengan The Da Vinci Code, seru, menegangkan, dan mencengangkan! Bagaimana bisa ada orang sepintar Dan Brown yang berhasil menulis novel seperti itu! Penuh dengan intrik, pengetahuan, dan karya seni dan agama. Walopun rada sebel cuz Dan Brown sedikit mendiskreditkan Islam di sini. Tapi, yah, dinikmatin aja laah..

Angels and Demons sudah dibuat filmnya dan dijadwalkan edar di Mei 2009 ini. Tom Hanks tetap menjadi Robert Langdon, dan cast lainnya adalah Ewan Mc Gregor (Camerlengo), dan Ayelet Zurer sebagai Vittoria Vetra. Kita bandingkan saja dengan novelnya nanti yuks..!!

cheers,
-anna-

Thursday, April 23, 2009

For You I Will

When you're feeling lost in the night
When you feel your world just ain't right
Call on me, I will be waiting
Count on me, I will be there
Anytime the times get too tough
Anytime your best ain't enough
I'll be the one to make it better
I'll be there to protect you, see you through
I'll be there, and there is nothing, I won't do


I will cross the ocean for you
I will go and bring you the moon
I will be your hero, your strength
Anything you need
I will be the sun in your sky
I will light your way for all time
Promise you, for you I will


I will shield your heart from the rain
I won't let no harm come your way
Oh these arms will be your shelter
No these arms won't let you down
If there is a mountain to move
I will move that mountain for you
I'm here for you, I'm here forever
I will be your fortress, tall and strong
I'll keep you safe, I'll stand beside you, right or wrong


For you I will, lay my life on the line
For you I will fight, hmmm, for you I will die
With every breath, with all my soul
I'll give my word, I'll give it all
Put your faith in me
And I'll do anything


I will cross the ocean for you
I will go and bring you the moon
I will be your hero, your strength
Anything you need
I will be the sun in your sky
I will light your way for all time
Promise you, for you I will..

(Tata Young - For You I Will)


*(berlebihan.. yeah, for you I will, tapi nggak segitunya laahh.. ^^)

Friday, April 17, 2009

Me, 24 years old, and quarter life crisis


24 tahun.
hari ini.
bertambah tua.
bertambah dewasa??

24 tahun.
i'm in a quarter life crisis..
hmm.. i'm jobless, have no money, and have no boyfriend!! ouch, what a very unsettled life, heheheee..

nggak bole begitu ya??
seharusnya.. banyak bersyukur... banyak berterima kasih kepadaNya..
betapa banyak sudah nikmat yang diberikan Tuhan kepada saya..
di sisa jatah usia, saya cuman bisa berdoa memohon yang terbaik, berharap di sisa usia ini akan bermanfaat dan berguna bagi sesama..
Amien, amien, amien...

kalo komentar teman saya di fesbuk, wah.. belum2 di usia yang baru udah pesimis..
heheee... seharusnya di usia yang baru harus semangat yah menghadapi tantangan2 dan kesempatan2 baru..
Betul kan yah..
Okey gal!! Ganbatte!! p(^_^)q

Wednesday, April 8, 2009

Anda Menandai?


Besok. Tanggal 9 April 2009. Hari yang ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia. Yah, secara, secara... itu adalah long weekend!! kamis libur nasional, jumat tanggal merah, sabtu-minggu libur daahh..
menurut informasi dari koran yang saya baca, tiket pesawat maupun kereta tak ada yang bersisa. hotel-hotel dan tempat liburan udah fully booked. Tampaknya masyarakat lebih memilih untuk berlibur daripada mencontreng pada gelaran Pemilu Legislatif kali ini.

Apakah anda ikut menandai pilihan anda?

kalo saya? Hmm.. kali ini nggak, heheehee.. pas pilpres aja ntar. Males banget setelah melewati sekian bulan masa kampanye dan persiapan Pemilu yang ribet banget. Jadi pesimis dengan adanya pilihan legislatif ini, jadi bingung sendiri dengan kondisi perpolitikan Indonesia yang ruwet seperti ini.


Well, yah, seharusnya sebagai warga negara yang baik dan memiliki hak, maka sebaiknya anda menandai partai dan calon legislatif pilihan anda. Golput bukan pilihan yang bijak. Salurkan aspirasimu. 5 menit untuk 5 tahun masa depan Indonesia. Merdeka!!!

^^ cheers,
-anna-

Friday, April 3, 2009

Roller coaster

Kamu tahu?


Menurutku, perasaaan dan suasana hatimu itu seperti roller coaster.


Dan seringkali, kamu membawaku untuk ikut jungkir balik..


Tuesday, March 31, 2009

Kendali

Sungguh!!

Aku tak punya kendali atas waktu

Aku tak punya kendali atas semua ini

Jadi, apa yang bisa kulakukan hanya menunggu..


(_ _)#

Monday, March 30, 2009

Cinta dan Sahabat


Bagaimana konsep hubungan yang ideal itu? Saling mencintai? Saling menyayangi? Saling merindukan? Apakah cukup seperti itu saja?? For real, saya belum pernah punya relationship yang benar-benar serius dengan lelaki. Namun, jika suatu saat saya bertemu dengan seseorang yang tepat, hubungan apa yang mungkin saya inginkan ya??

Saya suka dengan statement Luna Maya beberapa waktu lalu di infotainment. Luna ditanya tentang pasangan yang diidam-idamkannya seperti apa? Seperti Ariel Peterpan? *kok jadi ngegossip*

“Pinginnya punya pasangan yang bisa jadi seperti temen atau sahabat,” kata Luna santai. “Yaah, kalau cinta aja itu kan dua tiga tahun bisa ilang, tapi kalau persahabatan itu, kalo kita salah, sahabat mau memaafkan. Dan bisa nerima kita apapun kelebihan dan kekurangan kita, apa adanya. Pinginnya yang seperti itu, bisa cerita apa aja, share, care.. yah berbagi laah..” (kurang lebih ngomongnya seperti itu, nggak tepat juga sih, hehee).

Hmm.. Luna, gw suka gaya loe!! Yea.. cinta yang penuh dengan nuansa persahabatan, kental dengan aroma pertemanan. Di mana kita bisa bebas buat bicara apa saja, saling terbuka, berbagi semuanya, tanpa perlu saling berahasia. Bangga akan kelebihannya, dan juga mau menerima kekurangannya. Share each other, care each other, compromise each other, understand each other.. Sebuah cinta, sebentuk hubungan sederhana, di mana kita bisa menjadi diri kita sendiri, dia menjadi dirinya sendiri, tak usah berpura-pura.. Adakah wujud cinta dan relationship yang seperti itu? Di mana harus mencarinya ya? Kapan akan menemukannya ya..?

Cheers,

-anna-

Time After Time

Lying in my bed I hear the clock tick,
and think of you
caught up in circles confusion
is nothing new
Flashback, warm nights,
almost left behind
suitcases of memories,
time after..

sometimes you picture me
I'm walking too far ahead
you're calling to me, I can't hear
what you've said
Then you say, go slow..
I fall behind
the second hand unwinds

if you're lost you can look, and you will find me
time after time
if you fall I will catch you, I'll be waiting
time after time

after my picture fades and darkness has
turned to gray
watching through windows, you're wondering
if I'm OK
secrets stolen from deep inside
the drum beats out of time

if you're lost you can look, and you will find me
time after time
if you fall I will catch you, I'll be waiting
time after time

if you're lost...
...time after time
time after time..

(Cindy lauper - Time After Time)

Pak To yang Selalu Dicari

Di daerah Srikana, di sekitar tempat tinggal saya, ada seorang penjual pentol (cilok) yang beken banget. Namanya Pak To, orangnya sudah lumayan tua. Kurus, berkulit hitam terpanggang matahari, dengan usia kira-kira 50-an. Di gerobaknya tertera: Pentol Kediri Pak To. Biasa berjualan sore hari. Pentol Pak To laris manis, menjadi primadona. Enak dan murah. Yang beli nggak cuma anak-anak daerah situ, tapi kebanyakan malahan mahasiswa.

Suatu sore, saya pernah antri membeli dengan Rochma. Setelah sms ke kosan, beberapa anak ikutan nitip. Wow, ngantri cukup lama juga, musti bersabar menunggu giliran, sambil melongok-longok cemas ke dandang, takut kehabisan, gara-gara yang beli juga gak abis-abis. Mulai adek-adek, sampai mas-mas. Dan belinya juga gak tanggung-tanggung, 3000, 5000, bahkan kalo yang nitip banyak kayak saya bisa 15000 rupiah habisnya. Saya hanya geleng-geleng sambil berbisik ke Rochma, “Wah, jadi pengusaha pentol aja Ma, laris, duitnya banyak.” Rochma tertawa.

Namun, beberapa waktu lalu, Pak To menghilang cukup lama. Kami mulai merindukan Pak To, heheee.. Dan betapa sukacitanya hati saya saat sebulanan yang lalu saya menjumpai gerobak Pak To di dekat gang kos-an saya. Langsung saya putar balik dan datang membeli. Sambil menunggu, saya tanya, “Pak, njenengan dangu mboten sadeyan? (Pak, anda lama nggak jualan)”

“Iya, pulang kampung.” Jawab Pak To sambil tersenyum.

“oohhh..” saya mengangguk-angguk sambil tersenyum juga.

Kini Pak To kembali eksis di jalan Srikana. Mau mencari Pak To? Carilah sore-sore jam 4-an gitu deeh, di dekat Alfamart Gubeng Kertajaya. Dijamin, pasti ngantri.. ^^.


Cheers,
-anna-

Movie Review – Kambing Jantan: The Movie (Sebuah Catatan Pelajar Bodoh)


Kamis, 5 Maret 2009. Siang itu Puput mengirimkan sms ke saya yang berisi ajakan untuk menonton Kambing Jantan: The Movie. Hari itu adalah pemutaran perdananya, serentak di bioskop-bioskop di Indonesia. Awalnya bimbang dan agak males nonton, secara seharian saya agak sibuk -cuman agak lupa apa aja yang kukerjakan pada hari itu, hehee- Namun, akhirnya saya nonton juga di Delta bareng Puput, Ariyani, dan Wulan. Shownya dimulai pukul 19.30. Suasana Delta 21 cukup ramai dengan banyaknya pelajar dan mahasiswa yang nonton. Ya, nggak heran, Raditya Dika emang udah punya penggemar fanatik, so, pastinya film ini sudah ditunggu-tunggu sama fansnya, termasuk saya kali yaa.. 

Film ini diangkat dari novel laris Kambing Jantan tulisan Raditya Dika, yang berisi pengalaman-pengalaman aneh, lucu, dan ajaib Radit. Film ini disutradarai oleh Rudy Soedjarwo. Castnya Raditya Dika sendiri as Himself, Herfiza as Kebo, dan Edric Tjandra as Hariyanto. Film ini (kenapa tiga kalimat di paragraf kedua ini selalu diawali dengan kata-kata Film ini?) bercerita tentang kehidupan Radit, seorang pelajar SMA biasa yang punya cinta, keluarga aneh, dan pengalaman-pengalaman seru bin ajaib kuliah di Australia. Aniway, saya punya ekspektasi lebih sama film ini. Dalam bayangan saya, Kambing Jantan: The Movie bakalan heboh, lucu abiz, dan full komedi. Namun…

Kenyataan tak seindah yang diharapkan. Dalam film, Radit digambarkan sebagai pelajar SMA yang rada-rada serius dan sedikit bodoh. Walaupun mengandung konten komedi yang bikin ngakak, tapi porsi dramanya juga gak sedikit. Agak jayus juga sih. Filmnya jadi lebih fokus pada hubungan cinta Radit sama Kebo, susahnya menjaga hubungan yang LDR, sampai datangnya godaan dari pihak ketiga. Bagian serunya adalah pada saat Radit mulai kuliah di Australia, dan berteman dengan Hariyanto, orang keturunan asal Kediri yang lugu abiz dan medok poll. Scene favorit saya adalah waktu Radit puyeng gara-gara di Aussie semua orang ngomong pake bahasa Inggris, dan akhirnya suara dosennya didubbing bahasa Indonesia, nggak banget deeh, trus juga waktu Radit diajak kerja sambilan Hariyanto untuk cari tambahan duit biar bisa buat beli kartu telepon. Masak side jobnya mandiin mayat, hiii… tapi konyol abis, waktu Hariyanto dengan santainya bilang, “Udah, tenang aja, anggap aja manekin”, sambil ngemek-ngemek tubuh mayat, trus dia pingsan waktu ngeliat mayat yang mau dibersihkannya berlumuran darah dan jahitan. Dan juga waktu Hariyanto secara nggak sadar ngikut Radit naik taksi ke bandara sambil bawa wadah buat minta beras, heheee..

Kondisi tubuh yang nggak fresh saat itu bikin saya agak mengantuk saat mulai nonton. Sebenarnya saya mengharapkan filmnya bakalan lucu banget so bisa bikin ngantuk saya ilang. Tapi yang terjadi sodara-sodara, durasi film yang panjang (hampir 2 jam loh!), dan fokus cerita ke hubungan Radit-Kebo yang penuh masalah bikin saya jadi males. Alhasil, mata juga gak bisa diajak kompromi. Ngantuk banget, sumpah!! Apalagi waktu adegan telpon-telponan di akhir-akhir film, bubuk deh gw!! Biznya ngebetein banget! Si Kebo itu!!

Yea, well, seperti biasa, itulah yang terjadi kalo saya nonton film adaptasi novel, yang novelnya sudah saya baca duluan. Kebanyakan mengecewakan.. Tapi yah, kita harus appreciate yah, buku emang gak bisa disamakan dengan film. So pasti lah, film beda sama novelnya. Overall, film ini cukup menghibur laah. Sayangnya, kok nggak bertahan lama ya di bioskop Surabaya? Belum ada tiga minggu uda abis tuh shownya. Genre film ini emang segmented sih, remaja, dan penggemar Raditya Dika. Di luar itu, orang-orang males buat nonton. Tapi emang ya, genrenya orang Indonesia (baca: Surabaya) masih belum beralih dari horor dan komedi mesum. Liat aja, Kuntilanak Kamar Mayat masih lebih eksis tuh daripada Kambing Jantan, hehehee..



Okay, sekian review dari saya. Dan karena sekarang ini Raditya Dika uda jadi artis (bintang pilem), so, saya mau pamer aahh foto mesra saya bareng Radit.. hahaahaa.. *pernah foto berdua lohh sama raditya Dika ^^v*


Cheers,
-anna-