From This Moment On

Daisypath Anniversary tickers

Thursday, September 13, 2012

Mantu Bubak


Karena saya adalah anak perempuan sulung dalam keluarga, otomatis Bapak-Ibu saya belum pernah punya gawe mantu sebelumnya. Jadi acara pernikahan saya dan Mas nanti adalah mantu bubak atau mantu pertama dalam keluarga. Prosesi adat pernikahan nanti akan menggunakan Jawa-Solo. Adat Jawa-Solo nya akan terlihat pada busana/beskap dan blangkon yang digunakan oleh pengantin pria dan orangtua . Sedangkan saya sebagai pengantin perempuan secara riasan tidak akan kelihatan karena konsepnya lebih ke tradisional-muslimah modern.

Bapak saya termasuk yang masih nguri-nguri budaya Jawa, atau istilahnya masih melestarikan. Beliau pintar berpidato dalam bahasa Jawa halus, bisa nembang campursari dan bowo macopat, sering menjadi mc acara mantenan, beberapa kali menjadi cucuk lampah, dan sering juga menjadi wakil keluarga penganten untuk acara serah-tinampi. Beberapa waktu lalu saya berdiskusi dengan beliau mengenai ritual acara adat apa saja yang akan dilakukan di acara pernikahan saya bulan November nanti. Pada prinsipnya, Bapak akan tetap menggunakan ritual-ritual dan unsur-unsur kejawen, tapi tidak berlebihan. Sekadar untuk menghormati dan melestarikan budaya. Tapi walaupun Bapak sendiri mengetahui ritual adat lengkap Jawa-Solo, tapi untuk saya nanti akan dipersingkat saja. Praktis, tidak ribet, hemat waktu, hemat biaya, namun tetap berbudaya. #buset :D

No siraman dan midodareni. No budget for that. Saya juga tidak minta diadakan dan Bapak sendiri juga tidak berniat mengadakan. Bapak sempat mengeluarkan lelucon, "ra usah siraman. adus dewe-dewe ae," (tidak usah siraman, mandi sendiri-sendiri saja). Walaupun mantu bubak tapi ritual bubak kawah tidak akan dilakukan. Cukup diumumkan saja oleh pembawa acara bahwa keluarga Bapak A ini melaksanakan mantu pertama dan itu dinamakan bubak harapannya begini begini..dst..dst.. :))

ilustrasi diambil dari internet

Upacara panggih/temu manten akan dilaksanakan dengan ritual lumayan lengkap. Mulai dari balangan suruh (saling melempar daun sirih), wiji dadi (injak telur dan membasuh kaki), kacar-kucur/tampa kaya (menuangkan beras dan biji-bijian sebagai simbol kemampuan untuk menafkahi), dulangan sega punar/dhahar klimah (saling menyuapi nasi kuning dan minum), mapag besan (orang tua menjemput besan), dan sungkeman. Ritual bubak kawah dan timbang/pangkon (bapak pengantin perempuan memangku kedua mempelai) tidak akan dilaksanakan dengan pertimbangan efisiensi waktu. Lagian lucu juga yaa kalau mbayangin ritual timbang dilakukan. Si Mas kan orangnya gedeee.. besaaarrr.. dan beraaaatt.. Kalau dipangku tidak akan seimbang dengan saya alias njomplang banget. Hahahaa.. Kasian juga kaan Bapak saya yang kebagian tugas mangku. :p

Baiklah.. untuk keterangan dan informasi yang lebih lengkap mengenai ritual pernikahan adat Jawa ini temen-temen bisa langsung nge-link ke jagadkejawen.com. Artikelnya cukup enak dibaca dan informatif. :D Saya sebagai anak dan calon pengantin manut-manut saja apa kata orang tua yang lebih mengerti. Tidak ada salahnya juga sebagai orang Jawa ikut menghormati dan melestarikan tradisi leluhur. Kalau untuk ritual lengkap memang ribet dan membutuhkan banyak biaya. Jadi kita juga sesuaikan dengan rangkaian acara dan kemampuan finansial siiih.. Yang penting esensi utamanya yaitu panggih/temu manten tidak ketinggalan, kalau ritual-ritual yang lain hanyalah pelengkap dan bisa dilaksanakan/tidak sesuai kondisi keluarga masing-masing. :)

-anna-

Wednesday, September 12, 2012

Perawatan Pra Nikah Yuk..


Hari Sabtu (8/9) kemarin akhirnya saya kesampaian juga nyobain treatment Body Spa lengkap di Ayrin Salon, depan pasar Kuripan, Banjarmasin. Sebelumnya pernah nyobain creambathnya dan enak banget. Beda karena selain mijetnya lama dan mantap, kulit kepala diolesi sama air jeruk nipis dan lidah buaya aseli. Jadi rasanya nyes-nyes nyes gituu.. Dan body spa dengan waktu treatment hampir 3 jam dengan harga 205rb ajah, puaass.. Pertama dipijet dulu seluruh tubuh, kemudian ber-steam, lanjut dilulur dan masker, dan terakhir mandi berendam di bathtub. Ruangannya bersih, bagus, dan tenang. Lulurnya juga wangii dan mbak terapisnya ramah. :))

Sama mbak-nya saya ditawarin paket pra wedding treatment, 5x perawatan bonus 1x dan mereka yang bikin jadwal. Tapi saya memutuskan buat datang biasa aja biar bisa gantian sama creambath/hair spa. Lagian jam buka salon tidak bersahabat dengan jam kerja. Bisanya paling weekend aja. Belum lagi jadwal body treatment beda dengan face treatment dan pijet refleksi. Hadooh banyak bangeet yaah.. *guayathok Saya memang suka nyalon. Tiap bulan pasti ada aja jadwal treatment. Bahkan kalo dihitung-hitung pengeluaran bulanan terbanyak ada di pijet, facial, luluran, creambath,.. Hehehee.. Jadi ke salon bukan karena mau nikah aja sih. tapi ini kan berhubung menjelang pernikahan, jadi program perawatan juga lebih intens biar kinclong, cantik, dan seger pas hari pernikahan nanti. #eaaaa

Di Banjarmasin sendiri cukup banyak ditemui salon kecantikan dan rumah perawatan khusus perempuan. Tahu sendiri kan kalau perempuan Banjar dikenal cantik-cantik dan putih-putih. Masak udah tiga tahun nongkrong di Banjarmasin enggak ketularan cantiknya perempuan Banjar, rugii doong aah.. :p Ritual perawatan tradisional khas Banjar dinamakan lulur dan timung. lulur tradisional Banjar terbuat dari beras yang ditumbuk dan dicampur berbagai bahan alami dan menimbulkan aroma wangi. Sedangkan timung sama aja dengan steam. Jadi setelah luluran dilakukan proses batimung yaitu diuapi dengan wangi-wangian. Lihat informasi lulur dan timung khas Banjar di sini. Kalau perawatan di salon udah sering tapi perawatan timung tradisional di rumah sama bibi-bibi urut belum pernah sih. Konon ceritanya kalau di rumah untuk proses timung/steamnya kita diselimuti tebal dan badan ditutup tikar dari bahan anyaman daun dan diuapi sehingga tubuh akan mengeluarkan keringat.



Baiklah jadi jika dirangkum perawatan pranikah pada umumnya terdiri dari:
  1. Perawatan tubuh, seperti pijat, lulur, masker, steam/sauna, mandi berendam, manicure-pedicure, waxing, ratus, dan totok.
  2. Perawatan wajah, seperti facial, totok, masker, peeling.
  3. Perawatan rambut, seperti creambath, hair spa.
Untuk perawatan tubuh, saya suka banget pijat dan luluran. Untuk pijat sebulan sekali saya suka pergi ke Nakamura Healing Center buat pijat refleksi seluruh tubuh. Pijetnya selama dua jam, enak karena habis pijet badan terasa longgar dan enteng. Dulu saya biasa manggil bibi-bibi buat pijet di kos, tapi kalau bibi-bibi gitu kadang habis dipijet badan malah njarem dan sakit semua. Untuk body treatment seminggu sekali sih luluran sendiri pake lulur mandi kayak Shinzui atau Martha Tilaar. Tapi enaknya kalau luluran di salon bisa lebih merata dan bersih terutama untuk bagian belakang tubuh seperti punggung. Udah nyoba di beberapa rumah perawatan di Banjarmasin tapi di Ayrin recommended banget. Enggak suka meni-pedi karena menurut saya percuma yaa kalo abis itu dipake lagi buat kucek-kucek cucian hehee.. Waxing juga belum pernah. hehee.. Ratus juga, pengen nyobain tapiii baca kisahnya Tiananda jadi agak mengurungkan niat. :D

Perawatan wajah udah hampir tiga tahunan rutin facial dan peeling ke LBC. Tapi udah segitu lama muka yaaa.. lumayan bersih dari jerawat dan enggak kusam tapi enggak kinclong-kinclong amaat sih dan enggak putiiihh juga hahaaa. Tapi mau ganti ke produk lain males udah cocok di situ. Terbukti problem jerawat hilang dan produknya aman bagi kulit wajah. Harga krim juga lumayan terjangkau walau harga perawatan lumayan siihh.. bisa bikin bokek kalo sering-sering. ;p Sementara untuk perawatan rambut paling creambath aja. Problemnya rontok siihh, karena berkerudung. Sebel juga tapi gimana caranya mengurangi kerontokan secara saya juga gak begitu telaten orangnya.

Busyeet banyak banget tulisannya. Padahal tumpukan kerjaan wooww.. *uppss heheee.. Baca juga artikel perawatan pranikah di wolipop.com berikut ini. Countdown tinggal berapa lama lagi? Woow.. 1 month 3 weeks and 6 days!! Mulai perawatan pranikah yuuk.. Bisa juga sambil perawatan sendiri di rumah. Kalau menurut saya siihh pre wedding treatment ituu penting enggak penting tapi termasuk penting lhoo.. Bisa bikin seneng dan cantik. Calon penganten mau doong tampil bersinar di atas pelaminan?? ;;))


-anna-

Thursday, September 6, 2012

Mau Nikah.....?? (Syarat dan Ketentuan Berlaku)


Kalau mau nikah.. tidak cukup ada calon penganten, penghulu, wali, saksi, ijab kabul, dan maskawin. Emangnya segampang ituu..? Emangnya gak mau dicatat di KUA setempat? Emangnya mau enggak dapat buku nikah? *lifteyebrows

Huihihii... Berikut ini adalah persyaratan dan ketentuan menikah menurut KUA Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Bapak saya yang akan menguruskan segala sesuatu di Magetan. Kami, saya dan mas, calon penganten, tinggal melengkapi persyaratannya saja. Jadi nanti saya gak perlu capek bolak-balik karena jauh kaan.. Kebetulan Bapak saya yang adalah Pak RW kenal baik juga dengan aparat setempat. hehehee.. Masalah surat-surat cin cai laah.. Makasih ya Bapak..
 
Sebelum pulang saya sempat bikin pas foto terbaru. Aduhai.. wajahku kenapa berbeda tampak dewasa bersahaja gitu yaa.. ;;) *udah tuwek gak mau ngaku* Si Mas juga udah foto. Backgroundnya kami janjian merah karena sama-sama lahir di tahun ganjil. Ini menurut info yang saya dapat dari Lira , tapi di kemudian hari setelah ditanyakan ke Pak Modin di kotaku, background foto enggak masalah. Yaa.. mungkin beda daerah beda printilan persyaratan kali yaa.. Bahkan di Banjarmasin, ada persyaratan yang namanya "foto gandeng". jadi calon pengantin disyaratkan foto bersama berdampingan. Nanti petugas KUA yang akan memotong foto tersebut untuk dipasang di buku nikah. :D

Karena beda kota domisili dengan Mas, untuk surat-surat persyaratan capeng pria bakal diurus dulu di kota Ngawi oleh calon Bapak mertua sebelum dibawa ke Magetan. OkeSip! :D

Fotokopi KK, iijazah , akte, ktp, foto .. sudah lengkap. Tinggal surat sehat dan surat suntik T1 T2. Sabtu malam tanggal 25 Agustus, sehari sebelum balik ke Banjarmasin, saya diantar orangtua ke rumah mbak Erfin, tetangga saya yang kerja di Puskesmas untuk minta tolong dibuatkan surat keterangan sehat karena udah gak sempat lagi datang ke Puskesmas pagi harinya dan esok pagi saya cuss ke Surabaya.

Menurut info dari sahabat-sahabat dekat saya yang udah nikah, seperti Ajeng dan Merry, mereka enggak pakai acara suntik T1 T2 karena lahir tahun 85 ke atas kata si Ajeng waktu kecil udah imunisasi lengkap jadi gak perlu suntik lagi. T1 T2 itu apasiiih? Nanti coba saya cari dan bagi infonya di blog yaa.. Yang penting suratnya duluu deeh, nanti kalau perlu suntik kata mbak Erfin bisa aja kalau pas saya pulang lagi. Alhamdulillah.. Baiklaah.. terimakasih untuk semua yang sudah membantu kelengkapan administrasi pernikahan. Terutama buat orang tua yang siaga siap sedia mengurus syarat dan ketentuan yang berlaku untuk pernikahan kami. :D

-anna-

Tuesday, September 4, 2012

Kebaya Akad Nikah, Haruskah Warna Putih?


Kebaya akad nikah apakah harus berwarna putih? Hal kecil inilah yang sekarang menyentil dan nangkring di pikiran. Ceritanya waktu di rumah saya iseng-iseng nyobain kebaya wisuda adik (yang ajaibnya ternyata muat!Aiihh aku melangsing!) yang gak pernah dipakai lagi setelah wisudanya 1,5 tahun yang lalu. Kebayanya model sederhana dengan kerah tinggi dan kancing depan, warna baby pink yang soft dan cantik. Saya pun pamerin di depan orang tua sambil nyeletuk, "Bagus kali yaaa.. kalo dipake buat akad nikah."

"iyaa.. bagus-baguss..," komentar Bapak. "Biar warna baju ijaban gak putih terus."

*Mematut-patut di depan cermin* *kemudian bimbang*

Rencana awal busana akad nikah adalah saya memakai kebaya putih sederhana dengan tidak banyak ornamen dan Mas memakai setelan jas. Karena tidak menganggarkan biaya khusus untuk jahit kebaya sendiri -dan dengan pertimbangan kalau bikin kebaya sendiri habis akad nikah bisa dipakai kapan lagi?-saya memutuskan untuk menyewa kebaya punya Ibu perias saja. Waktu ke rumah Ibu Mursito saya juga sudah memilih kebaya untuk akad nikah. Warnanya putih dengan aksen abu-abu, taburan payet yang gak terlalu rame, panjangnya cukup selutut dan tidak berekor. Intinya saya mau kebaya akad nikah yang cukup simple namun tetap berkesan bling bling dengan sedikit aksen payet. Dan karena saya tidak terlalu pe-de memakai jilbab/kerudung putih, nanti saya minta ke Ibu Mursito untuk menambahi aksen abu-abu atau biru atau gold untuk hias kerudungnya.

Sudah mantap kan planningnya. Sampai kejadian nyobain kebaya soft pink Adik terjadi. Hehehee.. Jadi mikir iya yaa kebanyakan akad nikah pake kebaya/gaun/baju warna putih. Jarang yaa yang pakai kebaya warna-warni. Seperti gambar-gambar yang saya dapat lewat hasil googling di internet berikut ini: (mohon maaf kalau tidak mencantumkan sumber asli gambar. lupaa.. XD )


Jadi kalau akad nikah enggak pake kebaya warna putih itu (atau turunannya such as putih tulang, abu-abu) kayaknya masih jarang dan suasananya kok jadi kayak bukan akad nikah yaa.. huehee.. bukan kurang sakral tapii jadi kurang klasik dan kurang terasa aja ya suasananya. Kebaya warna putih masih tetap jadi pilihan utama walaupun tak ada salahnya juga jika ingin beda tampil dengan kebaya yang lebih berwarna.

Jadi gimana nih, setelah pikir-pikir mungkiiiinn... akan tetap pake kebaya putih yaa.. walaupun kebaya soft pink masih terbayang-bayangdi pelupuk mata. :P habisnya saya juga bukan tipe yang berani main warna dan breakthrough. Mainstream aja deh..
Kalau menurut teman-teman gimana? Pakai kebaya/gaun akad nikah selain warna putih itu.....

-anna-

Tuesday, August 28, 2012

Selamat Idul Fitri... ^^




Selamat Idul Fitri teman-teman. Mohon maaf lahir dan batin.. 0:)

Gimana suasana lebarannya?? Saya baru kembali ke rutinitas setelah libur mudik. Bakal banyak update postingan soal wedding prep niih.. ^^ Me sooo exciting!! Ditunggu yaa..

-anna-

Tuesday, August 14, 2012

Review II Wedding Prep


Menjelang mudik lebaran ini marilah kita bikin review apa-apa saja yang sudah diselesaikan dan yang masih harus dikerjakan. :D Hitungan mundur dua bulan tiga minggu dan empat hari. Akhirnya saya merasakan juga kegalauan dan kegelisahan menghadapi persiapan yang belum beres. Sumpek, maunya nangis aja, kesel sama diri sendiri gegara gak bisa berbuat banyak dan ikut campur masalah persiapan. :((

Baiklah, cek cok yuukk...

1. Venue: Di rumah. Tidak ada masalah.
2. Rias dan Dekorasi: Cek ulang dan fitting beskap untuk Mr Big Guy. Mudah-mudahan cukup ya. Ukuran si Mas yang luar biasa ini emang bikin susah. Tapi ibu perias kemarin sudah bilang jika kurang besar akan dibuatkan beskap baru. hehee :D
3. Tenda: Cek dan konfirmasi warna ke vendor.
4. Catering: Konfirmasi menu dan jumlah pesanan. Jangan lupa cek dan sesuaikan penataan dan dekorasi catering dengan warna tema acara.
5. Hiburan: Ngasih song list dan cd lagu ke entertainer
6. Dokumentasi: Beluummm.. survey dan memutuskan. Ini nih penyebab kegalauan hatiku.. :((
7. Seragam Keluarga dan Panitia: Sudah dibelanjakan sebelum bulan puasa kemarin di pasar Beteng, Solo. Tinggal dibagi-bagi saja.
8. Undangan: Belum jugaaaa... kasus nya sama seperti dokumentasi. Bikin galau dan harus diselesaikan di minggu mudik.
9. Souvenir: Done. Aksesories batu-batu khas Martapura. Saya bawa 800pcs saat pulang. Tinggal packaging.
10. Mahar dan Seserahan: Serahkan pada keluarga calon suami. Nedha nerima...

Demikianlah.. Kira-kira sudah berapa persen yaa? 60%?? Hmm.. Mudah-mudahan segala urusan dilancarkan. Yang belum beres segera diselesaikan dengan baik-baik dan tanpa konflik berarti. Bismillah...

-anna-

Wednesday, August 8, 2012

Countdown: 3 Months..



This is what I find today...




Ouch...!! Should I start to get worry...?? Becoz there are many things to do that still not well-prepared and unfinished yet.. *facepalm

But... maybe I have to keep my exciting feeling on.. :D
Can't wait for my next plane home on the next eight days, so I can do and prepare and fix the unfinished stuff.
Yeaaaa.. *\(^~^)/* Wish me luck!!

-anna-

Serba-serbi Seserahan


Share artikel dari wolipop.com tentang seserahan/peningset/hantaran. :D

Seserahan sudah menjadi suatu hal yang umum dalam rangkaian pernikahan tradisional di Indonesia. Seserahan merupakan simbolik dari pihak pengantin pria sebagai bentuk tanggung jawab kepada pihak keluarga, terutama orang tua calon pengantin wanita. Biasanya seserahan diberikan pada saat lamaran atau sebelum akad nikah. Tetapi sekarang ini juga banyak yang memberikan seserahan pada saat acara pernikahan. Pada masa lampau, jumlah barang hantaran menunjukkan tingkat sosial keluarga pengantin pria.

Saat ini, jumlah dan jenis hantaran disesuaikan dengan kesepakatan bersama. Bahkan, seringkali pengantin wanita yang memilih sendiri barang-barang kebutuhannya. Barang-barang yang lazimnya menjadi barang seserahan adalah suruh ayu (semacam daun wangi), pakaian (kebaya, kain, baju pesta, baju kerja, dan lain-lain), perlengkapan perawatan tubuh/mandi (sabun, shampo, body lotion, bedak badan, dan lain-lain), kosmetik (pelembab, alas bedak, eye shadow, maskara, blush on, pensil alis, dan lain-lain), parfum, sepatu/selop, tas, pakaian dalam dan baju tidur, perhiasan/jam tangan, serta makanan (buah, kue kering, masakan tradisional, dan lain-lain).

Bahkan di beberapa daerah yang masih memegang teguh adat istiadat, biasanya dimasukkan pula barang pusaka seperti keris, kain adat, dan semacamnya. Pemberian daun suruh ayu bermakna mendoakan keselamatan, pakaian batik bermakna mendoakan kebahagiaan, kain kebaya bermakna mendoakan kebahagiaan, dan buah-buahan bermakna mendoakan keselamatan.

Jenis barang seserahan tidak mutlak seperti yang telah disebutkan di atas, tapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, selera dan anggaran. Tapi barang seserahan biasanya adalah barang yang biasa dipakai calon pengantin perempuan. Jumlahnya pun ganjil yaitu 5, 7, 9, 11, 13 dan seterusnya tergantung selera.

Setelah pihak pengantin pria memberikan seserahan kepada pengantin wanita, maka pihak pengantin wanita akan memberikan seserahan balik kepada pihak pengantin pria. Akan tetapi hal ini sifatnya tidak wajib. Isi dari kotak seserahan tersebut di antaranya adalah pakaian pengantin dan seluruh perlengkapannya yang akan dipakai oleh pengantin pria pada saat akad nikah/pemberkatan, keperluan pengantin pria seperti pakaian, sepatu, parfum, dasi, ikat pinggang, makanan, barang pusaka milik keluarga pengantin pria, dan lain-lain.

Tips memilih seserahan:

1. Berbelanjalah bersama dengan pasangan Anda agar seserahan benar-benar sesuai dengan keinginan dan selera, terutama untuk merek kosmetik & body care yang biasa dipakai, ukuran dan model pakaian/celana, ukuran dan model sepatu/selop, dan sebagainya.

2. Kemaslah semua barang seserahan di tempat yang unik dan cantik. Saat ini ada vendor pernikahan yang menyewakan dan menjual boks khusus untuk seserahan. Jadi, kenapa Anda tidak menyewa atau membeli boks tersebut.

3. Sesuaikan dengan anggaran yang ada.

 
 ---ooo---

Saya tidak bisa bagi pengalaman sendiri tentang seserahan atau hantaran pernikahan ini karena perihal seserahan dan hantaran pernikahan saya serahkan dan saya pasrahkan kepada calon ibu mertua, calon ipar dan calon suami. :) Menurut cerita Mas, sebagian besar barang-barang peningset seperti kain, baju, sepatu, tas sudah dibelanjakan oleh Ibu Ngawi. Untuk penataan, packaging, dan kreasinya akan ditangani oleh mbak Andien, adiknya Mas. Bahkan kalau saya penasaran dan coba mengulik apa aja sih isi seserahan nanti, si Mas malah main rahasia-rahasiaan. "Pokoknya surprise deh," ujarnya. (>,<)a

Sebenarnya ada juga sih keinginan untuk bisa pilih dan beli barang-barang peningset sendiri seperti teman-teman bride to be yang lain. Atau belanja berdua ditemani pasangan gitu.. Tapi yaahh.. sudahlah.. kondisinya tidak memungkinkan. Tidak efisien dan efektif. Jadi...enggak apa-apa kok. Saya dinasehati oleh Bapak, bahwa barang-barang seserahan itu adalah hadiah. Jadi terima saja apa yang dihadiahkan kepada saya. Keluarga calon suami juga pasti nggak akan sembarangan memilih, insya Allah dipilihkan yang terbaik dan sesuai selera saya yaa..Saya pikir-pikir lagi, yaa it's oke laah. Saya juga enggak perlu capek-capek belanja dan pusing pilih-pilih barang hantaran. Sedikit banyak bisa mengurangi stress dan beban pikiran sih. hehehee.. ;))

-anna-

Friday, August 3, 2012

My Wedding Songs' List




Saya kepengen suasana pesta resepsi dengan musik yang cozy, tenang, indah, tidak ribut, sehingga tamu-tamu pun akan lebih menikmati acara dan nyaman bercengkrama. Inilah daftar pilihan lagu pernikahan versi saya. Pop. Everlasting. Klasik. Slow. Mellow. Cozy. Full of love.

Western:
  1. From This Moment On - Shania Twain
  2. Endless Love - Luther Vandross ft Mariah Carey
  3. When You Tell Me That You Love Me - Diana Ross
  4. L O V E - Nat King Cole
  5. Because You Love Me - Celine Dion
  6. When I Fall In Love - Celine Dion ft Clive Griffith
  7. Nothing's Gonna Change My Love for You - George Benson
  8. I Finally Found Someone - Bryan Adams ft Barbra Streisand
  9. My Valentine - Jim Brickman ft Martina McBride
  10. If You're not The One - Daniel Beddingfield
  11. Marry You - Bruno Mars
  12.  I Do (Cherish You) - 98 Degrees
  13. Just The Way You Are - Bruno Mars
  14. I Have Nothing - Whitney Houston
  15. A Thousand Years - Christina Perri
  16. Save The Best For Last - Vanessa Williams
  17. Glory of Love - Peter Cetera
  18. Teenage Dream - Katy Perry
  19. For The Rest of My Life - Maher Zain
  20. Barakallah hu Lakuma - Maher Zain
  21. A Whole New World - Peabo Bryson ft Regina Belle
  22. Lucky - Jason Mraz ft Colby Caillat
Indonesia:
  1. Menikahimu - Kahitna
  2. Untukku - Chrisye
  3. Janji Suci - Yovie & Nuno
  4. Akhirnya Ku Menemukanmu - Naff
  5. Dirimu Satu - Ungu
  6. Dia Dia Dia - Afgan
  7. Aku Makin Cinta - Vina Panduwinata
  8. Karena Ku Cinta Kau - Bunga Citra Lestari
  9. Sempurna - Andra & The Backbone
  10. Saat Bahagia - Ungu ft Andien
  11. Panah Asmara - Afgan
  12. Jodohku - Anang ft Ashanty
  13. Cinta - Vina Panduwinata
  14. Bukan Cinta Biasa - Afgan
  15. Sejujurnya - Vina Panduwinata
  16. Wanita yang Kau Pilih - Rossa
  17. Kisah Romantis - Glenn Fredly
  18. Menjemput Impian - Kla Project
  19. Biru - Vina Panduwinata
  20. Mau Dibawa Kemana - Armada
  21. Cinta Pertama dan Terakhir - Sherina
  22. Juwita - Aditya
  23. Natural - D'Massive 
By the way, KOK BANYAK BANGETT YAAA???? Empat puluh lima lagu gak mungkin doong bakalan dinyanyikan semua dalam durasi 3 jam resepsi. Belum lagi nanti kalau ada tamu, keluarga, saudara, teman-teman yang kepengen sumbang suara. Pakdhe-paman yang pengen eksis dan narsis nyanyi langgam campursari atau lagu-lagu kenangan semacam Widuri atau Sepasang Mata Bola. Budhe-tante yang pengen goyang dan bersenandung lagu Evie Tamala, atau mas-mas alay yang lagi Cari Jodoh. Baiklaaahh.... (O_o)

Setelah dicoret-coret dan diseleksi... Ada 32 lagu yang saya pilih untuk wedding songs' list. Lagu-lagu yang saya coret mungkin akan tetap dikasihkan ke entertainer sebagai lagu tambahan aja. Kalo dilihat-lihat lagi yang paling banyak adalah lagunya Vina Panduwinata ya. Sama Afgan. Lagu Sejujurnya bukan termasuk lagu Vina yang paling populer, tapi karena saya sukaaaa banget lagu itu, liriknya keren, dan jadi soundtrack waktu masa-masa galau pedekate enggak jelas.. huehehee. Jodohku is sound cheesy, dan walopun agak antifans sama mas Anang, tapiii saya suka sama liriknya. :D Salah satu lagu di atas juga akan saya jadikan sebagai lagu pengiring menuju pelaminan saat resepsi (bukan saat temu manten). Saya sudah minta ijin ke Bapak dan di-acc. Yeeaaa..

bride sing at the wedding
Untuk pilihan lagu barat mostly lagu yang udah umum jadi lagu kawinan. Pop-pop everlasting love gitu deeh. Di tulisan sebelumnya sudah saya tulis kan kalo di kota asal saya ini susah cari wedding singer yang bisa nyanyi lagu-lagu barat? Jadi untuk daftar lagu baru seperti Marry You-nya Bruno Mars atau A Thousand Years-nya Christina Perri, bahkan untuk I Do (Cherish You) yang sangat indah itu..., kemungkinan saya akan meminta kepada sahabat untuk menyanyikannya.

Oh yaa.. saya dari dulu pengeeeen banget menyanyi di hari pernikahan.. hehee.. pingin pamer perasaan, kemesraan, dan juga suara. *ihh somboongnyaaa* ahahaa.. Boleh gak yaaa.. lagi merayu-rayu Bapak dan juga si Mas nih. Boleh yaaa... satu lagu ajaa.. di awal acara gitu sebelum salaman sama tamu-tamu. ;;)
"From this moment, as long as I live, I will love youuu.. I promise you this..." Bayangin deeh.. romantiss bangeet kaann.. <3 p="p">

Ada banyak lagi lagu-lagu cinta yang cocok jadi theme song pernikahan, tinggal pilih yang sesuai selera dan mungkin juga trend musik. Sesuaikan juga lirik dan makna lagu dengan tema acara pernikahan itu sendiri. Mudah-mudahan pilihan lagu di atas sedikit banyak bisa menginspirasi. Selamat mencari lagu-lagu pernikahan yang indah dan mengesankan. :)

-anna-

Wednesday, August 1, 2012

Kompromi Hiburan Pernikahan


Bagi penganut aliran romantisme seperti saya, pernikahan dan segala pernak-perniknya adalah adalah hal yang romantis. manis. dramatis. puitis. melankolis. Pernikahan itu adalah awal dari gerbang kehidupan baru, kisah cinta sejati dan penerimaan tulus yang tiada akhir. Kebahagiaan sampai akhir hayat.. *lovestruck *kebanyakan baca dongeng *overdosis filem drama

Saya sering tampil nyumbang nyanyi di acara kantor atau kawinan. Hal ini diturunkan dari bapak saya yang hobi banget tampil nge-mc acara dan nyanyi lagu langgam campursari dan keroncong di depan umum. Untung suara enggak kalah jauh sama Rossa. *kepedean. Menilik dari pengalaman sumbangsih suara itulah maka saya niat untuk bikin request daftar lagu-lagu pernikahan. Seringkali saat udah mendekat ke arah keyboardis ujung-ujungnya adalah bingung pilih lagu atau keyboardisnya yang bingung karena gak tahu lagu yang pingin kita nyanyiin.

Menurut saya, wedding song's list itu penting banget buat guide entertainer supaya menyajikan hiburan musik dan lagu sesuai acara dan juga keinginan kita. Beberapa lagu mungkin punya historis dengan kisah cinta pasangan pengantin sehingga ketika dinyanyikan pasti sangat mengharukan. Kebanyakan keyboardis/band/penyanyi suka sembarangan nyanyi. Asal nyanyi aja tanpa memperhatikan lagu itu tentang apa. Ambil contoh, orang-orang yang enggak ngerti asal aja nyanyi lagu dangdut Kandas, Malam Terakhir, atau lagu Madu Tiga, atau Saat Terakhir. Apa-apaaaaann. Baru juga melangkah di mahligai pernikahan udah kandas aja lagunya. Belum juga malam pertama lagunya malah malam terakhir *eh. Ini suasana pernikahan lhooo mosok nyanyi lagunya ST-12 yang berkisah tentang perpisahan dan kematian. (X_x)

Mengenai acara hiburan ini saya punya kompromi sama Bapak. Bapak saya yang ketua RW di kampung punya puluhan pasukan anak muda yang hobi dangdutan. Terus demi mengisi waktu luang di masa pensiun, beliau gabung dengan kelompok keroncong dan rutin tampil di radio lokal, mengisi acara di kabupaten atau kawinan. Pernikahan salah satu sepupu pernah memakai hiburan grup keroncong tersebut di acara resepsi. Awalnya bapak saya juga maunya begitu. Dan saya tolak mentah-mentah. Opini saya, langgam dan keroncong kesannya tua banget (emang gitu sih), agak boring, dan tidak semua orang bisa/suka lagu keroncong. Tamunya kan enggak cuma orang-orang tua aja kan yaa..


Akhirnya terciptalah kompromi di antara kami. Hiburan grup keroncong akan tampil pada Jumat siang setelah akad nikah. Malamnya demi menghibur para sinoman yang akan dikerahkan untuk bahu membahu membantu persiapan dan dekorasi acara maka akan tampil organ tunggal dengan lagu yang kebanyakan lagu dangdut, yang main adalah tetangga saya. Dan pada saat acara resepsi barulah saya minta hiburan electone yang bisa semua lagu. Pop, keroncong, langgam, dangdut, kontemporer, tembang kenangan, lagu barat, lagu Indonesia. Karena saya pengen bikin sebuah daftar lagu-lagu pernikahan yang isinya kebanyakan lagu-lagu pop dan lagu barat. Tapi masalahnya enggak banyak pilihan jasa entertainer di kota saya ini.

Apa sih yang bisa kamu harapkan dari kota kecil di kaki gunung yang sepi adem ayem tentrem ini?? Akustik band yang modern? Wedding singer yang piawai nyanyi lagu-lagu masa kini? Hoooaahmmm...
Saat saya menemui Pak Toni -seorang pemain electone yang termasuk paling beken di Magetan-, untuk memesan jasa beliau sebagai entertainer di acara resepsi, dan mengungkapkan request saya dengan daftar lagu-lagu cinta, Pak Toni mengatakan di Magetan susah mencari penyanyi yang pintar nyanyi lagu-lagu Barat. Seorang penyanyi lokal senior, mbak Ima, disebutnya yang paling oke. Mbak Ima ini sudah jarang tampil, tapi syukurnya kami masih ada hubungan keluarga, jadi itu tugas Bapak saya untuk melobi mbak Ima. Penyanyinya saya minta pria dan wanita supaya bisa duet.

Saya pesan jasa entertainer ini setelah acara lamaran bulan Mei lalu karena takut kalo enggak segera dibooking entar penuh bingung carinya. Selera lokal dan sesuai budget. Karena kalau sewa jasa entertainer dari luar kota (Madiun) harganya bisa jauh lebih mahal. Nanti sekalian saya akan kasih CD lagu-lagu request saya sekaligus liriknya supaya request saya benar-benar dilaksanakan. Repot yeeiy kalo pengen pernikahan yang keren ituuhh... :)))

-anna-